Pyroclasmic, Alter Ego dari Drummer Interfectorment dan Apoptosis Gutrectomy




METAL MARCH - Satu lagi one-man band lahir di scene Indonesia yakni Pyroclasmic. Pyroclasmic merupakan proyek solo dari drummer Interfectorment dan Apoptosis Gutrectomy, Endep DK. Tak seperti one-man band lainnya, Endep menggunakan accoustic drum sehingga unsur rawness sangat menonjol, dan mengingatkan pada proyek solo drummer Iniquitous Deeds Matt Kilner, Nithing. Selain mengisi sendiri seluruh instrumen, Endep juga menggarap sendiri logo, art, hingga video.

MM: Halo, salam kenal dari kami! Bisa diceritakan bagaimana awalnya Anda bisa berinisiatif untuk membentuk Pyroclasmic? 

Pyroclasmic: Helo, Metal March! Terima kasih sebelumnya sudah memberi respons positif terhadap proyek ini. Pyroclasmic terbentuk dari coba-coba pemanfaatan sesuatu hal yang saya bisa, walau sekadar pas-pasan dalam memainkan instrumen musik. Dan yang intinya, saya ingin membuat sebuah karya murni berasar dari sisi ego saya.

MM: Seperti diketahui, one-man band mulai menjamur di Indonesia. Apakah Anda ingin mengikuti tren? Atau hanya berusaha mengikuti passion dalam bermusik? 

Pyroclasmic: Proyek ini dibuat dari gelora passion saya dalam bermusik. Tapi, sah-sah saja sih kalo ada yang menyebut tren atau apalah. Itu kebebasan perspektif dari orang-orang menanggapi proyek ini.

MM: Perverted Dexterity dan Menstrual Disconsumed bisa dibilang adalah dua one-man band terdepan di Indonesia, sayangnya keduanya memakai drum machine. Apakah Pyroclasmic ingin mengisi kekosongan ini bahwa one-man band juga bisa menggunakan acoustic drum?

Pyroclasmic: Yap! duo one-man band itu, Ryo dan Nugek emang jadi salah satu trigger saya juga dalam membuat proyek ini. Sebelumnya saya terinspirasi oleh Matt Kilner dari Iniquitous Deeds dengan proyek solonya, Nithing, one-man band dengan akustik drum. Killer project memang itu, ngeri!!!

MM: Lalu, adakah hal spesifik yang membedakan Pyroclasmic dengan one-man band Indonesia lainnya?

Pyroclasmic: Mungkin sedikit beda dalam hal pengisian di bagian drum yang menggunakan drum akustik. Tapi dasarnya sama, ingin mebuat karya sesuai selera diri sendiri.

MM: Apakah Anda memiliki ambisi tertentu dengan membuat Pyroclasmic?

Pyroclasmic: Hmm bukan ambisi, saya buat Pyroclasmic itu mungkin bisa lebih disebut bentuk kontribusi saya dan penyalurkan gelora passion saya dalam bermusik di scene ini.

MM: Apakah Anda yang mengisi semua instrumen untuk lagu-lagu Pyroclasmic?

Pyroclasmic: Betul, semua instrumen saya isi sendiri. Banyak hal baru yang saya coba. Mulai dari pertama kali saya merasakan mengisi bass, gitar dan vokal dalam proses recording, dan lebih terkesan lagi pada proses take bagian vokal, no vocal effect. Hanya satu kali take langsung bungkus dan itu hanya menggunakan sebuah aplikasi di iPhone untuk merekamnya. Dan merekamnya di dalam ruangan kamar mandi hahahahaha.

MM: Sejauh ini apakah ada kendala-kendala ketika membuat materi Pyroclasmic?

Pyroclasmic: Kendala paling utama itu mungkin 'waktu'. Kesibukan sebagai pegawai di salah satu perusahaan BUMN, plus megang sebuah jabatan di dalamnya, waktu dinas kantor berada luar kota, waktu libur weekend di Bandung yang terbatas. Ditambah bagi-bagi quality time bersama keluarga, pasangan, band, teman-teman, dan deadline di luar kerjaan yang membuat waktu dalam proses recording banyak terhambat. Tapi dengan hal ini saya merasa lebih tertantang dalam hal management waktu, cara pengontrolan emosi sampai cara menjaga kesehatan.

MM: Kami mendengar sekilas ada unsur Putridity usai mendengar sekilas "Decayed To Presents New Chromosome", tapi bisa saja kami keliru. Lantas, apa yang menjadi acuan Anda dalam membuat lagu untuk Pyroclasmic? 

Pyroclasmic: Iya, memang tiga album dari Putridity sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter bermusik, dalam hal mendengar, sampai karya-karya yang saya buat.

MM: Lalu apa yang membedakan Pyroclasmic dengan dua band Anda lainnya yakni Interfectorment and Apoptosis Gutrectomy?

Pyroclasmic: Hal spesifik yg membedakan mungkin lebih dari sisi Ego. Proyek ini memang murni saya buat sesuai konsep apa yang saya mau, mulai dari instrumen, komposisi musik, logo, art, lirik, sampai ke pengeditan video atau postingan saya buat sendiri.
MM: Usai mengeluarkan lagu promo via YouTube, apa kejutan yang akan Anda persiapkan untuk Pyroclasmic? 

Pyroclasmic: Untuk beberapa waktu ke depan saya akan rilis promo ini dalam bentuk CD bernomor. Mungkin kurang lebih hanya 100 keping. Saya akan bagikan random ke teman-teman, label, zine dll. Tapi mungkin saya akan sisakan untuk dijadikan bundling/bonus untuk pembelian merch promonya. Dan selanjutnya, melanjutkan membuat materi untuk album.

MM: Dengan materi mantap seperti ini, saya kira tidak akan sulit untuk mencari label. Apakah sudah 'deal' dengan label tertentu untuk merilis album? 

Pyroclasmic: Belum sampai satu hari dari tanggal keluarnya video YouTube, terkejut juga saya dengan banyaknya respons dari teman-teman dan tentunya respons positif dari label-label yang sudah menghubungi saya langsung via fanpage Pyroclasmic atau akun pribadi saya untuk mengajak kerjasama. Tapi, saya belum bisa memberi keputusan deal dengan label mana saya akan kerja sama dalam waktu dekat ini. Tapi tunggu saja kejutannya hehehe.

MM: Terakhir, ada pesan khusus yang ingin Anda sampaikan untuk metalhead Indonesia?

Pyroclasmic: Terima kasih juga untuk Metal March atas interview-nya! Selalu terbarkan kebahagiaan dengan cara apa yang kita bisa, karya atau support terhadap pelaku dan penikmat dalam scene ini!

Pyroclasmic

Comments