10 Album Brutal Terbaik di 2015

METAL MARCH – Dalam dua tahun terakhir terutama 2015 bisa dibilang eranya skena Indonesia. Banyak band-band lawas dan baru yang mengeluarkan album kelas dewa! Bahkan untuk ukuran promo, ada beberapa band yang menggarapnya dengan sangat serius hingga direkrut label papan atas luar negeri, contohnya Chalera (Bekasi). Saking banyaknya yang bagus, untuk merangkum 10 album terbaik di 2015 saya sampai kesulitan. Dengan susah payah dan berat hati karena ada beberapa album yang dieliminasi, inilah 10 karya terbaik menurut Metal March di 2015.
10. Apoptosis Gutrectomy – Delusion Interminus Vitae (Swallow Vomit Productions)

Sejak mengeluarkan promo “The Infinite of Eternal Torture”, Apoptosis Gutrectomy sudah masuk pantauan saya. Kala itu, meski hanya berstatus promo, opus tersebut sangat luar biasa dari segi produksi sehingga berhasil mengeluarkan potensi terbaik dari tiap-tiap personel. Maka dari itu, tak heran jika akhirnya mereka digaet label Thailand, Swallow Vomit Productions. Lalu, status band ini kian kokoh setelah keluarnya “Delusion Interminus Vitae”.  Kuartet asal Rengasdengklok ini berhasil memadukan grooviness+speed dengan sangat baik.

9. Guttural Disease – Periodical Torment (Brutal Mind)

Bibit berbahaya dari Bandung ini bernama Guttural Disease. Lalu gara-gara “Periodical Torment”, kuartet berisi Audio (vokal), Bintang (gitar), Iqbal (bass), dan Aditya (drum) ini bahkan terbang ke Thailand untuk menjadi headliner Bang Cock Deathfest II. Tak usah heran, sebab EP berisi empat lagu ini tergolong epik untuk ukuran BDM mulai dari lirik, aransemen, hingga sound.

8. Viscral – Egocentric Underneath of Horror (Rottrevore Records)

Ingin dengar Suffocation (late) rasa Indonesia? “Egocentric Undernetah of Horror” kepunyaan Viscral adalah jawabannya. Siapa sangka sebagai pelepas dahaga setelah vakum lama, Rottrevore Records bisa menemukan sekaligus mengorbitkan permata dari Bekasi ini. Terdiri dari sembilan lagu, "Egocentric Undernetah of Horror” akan menyiksa telinga Anda tanpa ampun karena sama sekali tidak ada embel-embel sampling, atau intro-outro.

7. Sufism – Reptilia Buas (Rottrevore Records)

Faster, sicker, better. Itulah formula yang dituangkan Sufism dalam “Reptilia Buas”. Unsur raw juga sangat kental dalam EP yang berisikan lagu “ Reptilia Buas”, “Singgasana Dosa”, “Deterioration”, “Genderang Perang”, “Dursila” ini. Sufism adalah anak kedua Rottrevore Records setelah label dikomandoi Ferly Jasad.

6. Reviled – Hateful and Bloodshed (Brutal Mind)

Shit is heavy! Berat, lalu tempo fluktuatif namun cenderung mid membuat “Hateful and Bloodshed” sangat adiktif. Sound seperti itu membawa kami bernostalgia dengan era keemasan “Annihilate the Enemy” milik Jasad.

5. Dismemberment Torture – Convulsion of Perfect Abomination (Pieces Records)

Album ini terdiri dari enam lagu termasuk dua bonus trek yang diambil saat mereka tampil live. “Convulsion of Perfect Abomination” agak terdengar berbeda dari materi band-band Bandung lainnya, meski dari sound masih terasa Kota Kembang. Saat rilis, album ini termasuk jajaran most wanted karena line up diisi sosok-sosok yang tak asing lagi yakni Glennder (vokal, Bloodgush), Dedra (gitar, Digging Up), Ramon (bass, Saffar), dan Dani (drum, eks Jasad).

4. Murtad – Extirpate the Remaining Breath (Necrology Records)

Keindahan brutal naik berlipat ganda jika dipadukan dengan guttural super ciamik seperti yang dilakukan Murtad pada “Extirpate the Remaining Breath”. Lalu apakah album ini masuk empat besar karena hanya faktor vokal? Jelas tidak. Coba dengar secara seksama, album ini membawa kekhasan Bandung dicampur rasa Amrik. Bukti “Extirpate the Remaining Breath” sangat luar biasa adalah apresiasi publik yang begitu tinggi terhadap album ini. Murtad hingga sering dipanggil ke luar kota untuk menjadi headliner acara-acara. Belum cukup? Album ini juga membuat band yang kini beranggotakan Pungky (vokal), Andri (gitar), dan Vega (drum) tersebut digaet Permeated Records untuk perilisan album kedua, yang didahului oleh re-issue “Extirpate the Remaining Breath”!

3. Intracranial Parasite – Deviations Period of Inhumane (Deathfans Records)

Meski hanya trio yang berarti minim instrumen, “Deviations Period of Inhumane” terdengar sangat megah. Harmonisasi yang biasanya terjadi antara gitar satu dengan dua (formasi konservatif) seperti tak diperlukan Intracranial Parasite karena mereka memiliki sound serta riff-riff rapat. Album ini juga jenius karena bisa memadukan brutal super intens dengan slam, hingga membuat “Deviations Period of Inhumane” enak dinikmati atau dengan kata lain tak membosankan. Karena baru dirilis yakni 25 Desember 2015, potensi meledaknya album ini sangat besar di tahun depan. Lagipula jujur, daftar ini agak telat terbitnya karena menunggu “Deviations Period of Inhumane” sampai di tangan.

2. Propaganda – The Mask of Sanity (Brute! Productions)

Sempat tanpa arah karena Gelgamesh urung berkarya, Bogor akhirnya memiliki nakhoda baru di kendali duet Murtad dan Propaganda. Nama terakhir melahirkan debut albumnya yang bernama “The Mask of Sanity” melalui Brute! Productions. Waktu itu setelah mendengar lewat teaser, hanya membutuhkan dua detik buat saya bahwa album ini harus dibeli.

1. Reduced – Gradually Executed (Dismembered Records)

Segalanya soal album ini terdengar sempurna di telinga saya, mulai dari komposisi lagu hingga soal sound engineering. “Gradually Executed” adalah album penuh pertama Reduced yang dibidani Dismembered Records. Album ini termasuk highly-anticipated karena nama Reduced sudah dulu besar lewat “Promo Series” di 2014. Kemudian berkat “Gradually Executed”, Reduced direkrut New Standard Elite untuk perilisan album kedua yang direncanakan bakal rilis di pertengahan 2016.

Honorable mentions (juara harapan) hehe.
Bloodgush - From Past to Chaos (Groupies)
Sabaoth - Unholy Divinity (Dismembered Records)
Omnivorous - Age of Maelstorm (Brutal Mind)
Embryo Genesis - Dissecting of Abomination (Extreme Souls Production)
Blasphemous - Entrails Spilled Out in Chainshaw (Brutal Mind)
Diffusal Blade - Selftitled (Dismembered Records)
Suffergrind - Membunuh, Dibunuh, Terbunuh (Brutal Mind)
Depraved Murder - Remnants of Depravity (WAAR Prod)
Criminology - Capitalist Destroyer (Deathfans Records)

Comments