Januaryo Hardy tentang Perverted Dexterity ke Thailand dan Lain-Lain

Januaryo Hardy (Foto: Yogga Anal Torture)
METAL MARCH - "Iseng-iseng berhadiah". Mungkin itulah maksud Januaryo Hardy saat membuat Perverted Dexterity. Niatnya hanya rilis CD tanpa embel-embel bakal tampil live, "Primitive Scene of Inhumanity" (Brutal Mind) justru membuat dia meraih grand prize yakni terbang ke Thailand untuk menjadi headliner Bangcock Deathfest 2015! Tak usah lagi panjang-lebar, berikut interview Metal March dengan Ryo.

Metal March: Apa kabar, Perverted Dexterity? Semoga baik-baik saja. Sebelumnya terima kasih sudah mau menerima tawaran interview dari Metal March. Juga selamat untuk petualangan Perverted Dexterity di Bangkok yang berjalan sukses!

Perverted Dexterity: Hello, Metal March! Kabar baik di sini. Terima kasih juga sudah meluangkan waktunya untuk repot-repot meng-interview. Terima kasih atas apresiasinya!

Metal March: Buat yang belum tahu, bisa diceritakan bagaimana akhirnya Perverted Dexterity bisa main ke Thailand, dalam hal ini untuk Bangcock Deathfest?

Perverted Dexterity: Sebenarnya hanya diawali dengan chat di facebook dengan salah satu orang yang berpengaruh di scene Death Metal Bangkok, Boy. Kami pernah bertemu di event Obscene Extreme Asia pada 2013, di chat berbincang pula mengenai event di Bangkok. Kebetulan sekali masih ada slot dan saya juga memiliki tabungan yang cukup untuk berangkat. Ya, kurang lebih seperti kesempatan yang datang di saat kami sedang siap hehehe.

Metal March: Alasan terbesar Perverted Dexterity dipanggil ke Thailand pasti karena "Primitive Scene of Inhumanity" yang memang well-received. Apakah ini melebihi ekspektasi Anda, atau sejatinya malah enggak kaget?

Perverted Dexterity: Ya, jujur saja, itu di luar ekspektasi saya hahaha. Album yang dibuat dengan niat untuk satu kali rilisan iseng tanpa ada niat live performance, tapi malah jadi sebuah tanggung jawab untuk saya sendiri. Dan ya, mereka di Bangkok pun merupakan pendengar setia Perverted Dexterity. Beruntung sekali bisa mengenal mereka semua.

Metal March: Lalu, apakah ada kendala yang dihadapi Perverted Dexterity dalam prosesnya ke Thailand?

Perverted Dexterity: Sempat ada kendala kekurangan dana untuk berangkat ke sana. Ya, seperti harga tiket, bagasi terdaftar, biaya makan di sana. Tapi lagi-lagi berkat teman-teman di Indonesia yang selalu support, membeli CD, merchandise, dll perlahan kekurangan biaya-biaya itu tertutupi sampai akhirnya saya bisa berangkat ke sana.

Metal March: Apakah ada pengalaman atau hal-hal unik yang ditemui Perverted Dexterity saat di Thailand?

Perverted Dexterity: Tentu saja makanannya, ya, hahaha. Sulit juga menemukan makanan halal di sana. Tapi dengan dipandu teman-teman di sana kami bisa makan-makanan yang halal. Dan tidak ada yang jauh berbeda antara Bangkok dengan Jakarta. Sama-sama macet, panas, tapi di sana sarana transportasi, kebersihan, dan keramahan orang-orangnya patut diacungi jempol. Dan yang paling buat saya senang di sana adalah tidak ada yang merokok di tempat umum hahaha.

Metal March: Bermain di luar negeri pastinya menambah kawan/jaringan Perverted Dexterity. Lantas apa harapan Anda ke depannya untuk Perverted Dexterity? Apakah sudah ada undangan lagi untuk main di luar?

Perverted Dexterity: Betul sekali. Selain itu teman-teman di luar negeri juga membantu kita untuk menambah referensi musik dan cara-cara bagaimana seharusnya nge-band itu hahaha. Hmmmm, ya, sudah ada dua tawaran untuk berangkat lagi untuk bermain di luar negeri. Yang satunya sudah confirmed dan yang satunya masih pikir-pikir. Akan segera di-announce secepatnya.

Bareng Deddy Cadavoracity di Bangcock Deathfest 2015 (Foto: Nakarin Janvit)


Metal March: Setelah melihat dengan mata kepala sendiri, apa sih perbedaan jelas antara crowd Thailand dengan Indonesia?

Perverted Dexterity: Ya, di venue ramai tapi tidak terlalu padat. Tapi yang hadir di acara BangCock Death Fest kemarin adalah betul-betul orang yang passionate, kolektor, true Death Metal fans, dan mereka betul-betul menghargai seluruh line up band yang bermain dari awal sampai akhir. Semua berdiri, semua ikut bersorak, semua menyapa setelah acara selesai, bahkan bisa saya akui itu adalah pengalaman terbaik saya selama melakukan live performance dalam hidup saya. Tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Tapi teman-teman di sana benar benar sangat welcome dengan kami dari Indonesia maupun negara lainnya!

Metal March: Kalau ada kesempatan untuk memilih, Perverted Dexterity ingin ambil bagian dari event apa di luar negeri sana?

Perverted Dexterity: Wah, banyak kayanya. Mungkin beberapa adalah Tokyo Death Fest, Obscene Extreme Fest, NRW Death Fest, dan tentu saja ingin kembali lagi ke BangCock Death Fest!

Di Bangcock Deathfest 2015 (Foto: Nakarin Janvit)

Metal March: Sudah banyak band-band lokal yang mengharumkan nama Indonesia. Yang tak kalah membahana tentu Jasad dan Burgerkill yang baru main di Eropa. Ini jadi bukti bahwa band Indonesia kualitasnya tak kalah dengan band luar. Kami ingin tahu pendapat Anda soal ini.

Perverted Dexterity: Secara musikal, performance, sampai kualitas band tentu saja kita sudah setara dengan band-band di luar sana. Jasad dan Burgerkill adalah contoh bagaimana profesionalisme dan totalitas menjadi sebuah band ekstrem metal. Di balik kesuksesan mereka tentu saja banyak proses proses yang tidak mudah dan itulah yang patut kita apresiasi bahkan kita jadikan motivasi untuk berkembang lebih gila lagi di masa depan.

Metal March: Proyek Perverted Dexterity selanjutnya adalah split dengan one man brutal band asal Australia, Infinite Defilement. Bisa dijelaskan secara detail bagaimana ide ini tercetus?

Perverted Dexterity: Awalnya ini adalah proyek iseng yang kami niatkan untuk rilis secara DIY (Do It Yourself) dan minimalis. Tapi kami berpikir akan lebih baik lagi untuk dirilis secara profesional dengan anggapan bahwa split ini dapat mempererat brotherhood band-band Indonesia dengan Australia, atau bahkan negara lain.

Metal March: Lalu, konsep apa yang disajikan Perverted Dexterity dalam "Infinite Dexterity"? Tetap mengusung tema primitif/zaman prasejarah?

Perverted Dexterity: Ya betul. Tetap pada tema primitif dan prasejarah tapi di sini cover art tidak ikut dalam konsep. Karena kami memiliki maksud lain di tema cover art yang notabene berbeda dari tema lirik kedua band.

Metal March: Apakah split ini untuk pemanasan full-length kedua?

Perverted Dexterity: Hahaha bisa jadi. Karena di sini saya melakukan rombakan metode dalam membuat materi lagu yang akan saya lakukan juga untuk album kedua.

Infinite Dexterity
Metal March: Agak melenceng sedikit dan juga pencerahan buat brutallers, bisa dijabarkan apa saja enak atau enggaknya bermain sendirian dalam band?
Perverted Dexterity: Enaknya tentu segalanya saya bisa atur sendiri, full egoisme, dan tidak memerlukan pendapat orang lain hahaha. Gak enaknya itu hanya saat live saja. Seperti ada yang kurang saja entah apa, tapi lama-lama sudah terbiasa dan bisa dibilang lebih enjoy seperti ini hahaha.

Metal March: Terima kasih lagi bersedia kami wawancara. Terakhir, jika ada pesan yang sifatnya membangun untuk Death Metallers Indonesia, kami persilakan Perverted Dexterity untuk menyampaikannya.

Perverted Dexterity: Terima kasih juga untuk Metal March atas interview-nya! Untuk seluruh penggemar Death Metal maupun di luar Death Metal, lakukanlah apapun yang kalian ingin lakukan. Karena hanya kalianlah yang tahu apa yang terbaik untuk diri kalian sendiri. Jangan pernah mencoba membuat semua orang senang kepada apa yang kalian lakukan, fuck that! Lakukanlah demi kesenangan kalian sendiri!

Perverted Dexterity

Brutal Mind


Comments