Cerita Jasad yang Ramaikan Obscene dan Bloodstock

Foto: The Metal Rebel
METAL MARCH - Belum lama ini, Jasad mengikuti event berskala internasional yang dihelat di Eropa, Obscene Extreme Fest (Republik Ceko) dan Bloodstock Open Air Festival (Inggris). Keberangkatan unit BDM yang kini diperkuat Man (vokal), Ferly (gitar), Yuli (bass), Abaz (drum), dan Reduan (gitar) ke Benua Biru tak semata-mata membawa nama band, tapi juga Indonesia! Tak usah panjang-lebar, simak saja wawancara Metal March dengan sang gitaris, Ferly.

Metal March: Apa kabar, Akang Ferly? Semoga baik-baik saja. Sebelumnya terima kasih sudah mau menerima tawaran interview dari Metal March. Juga selamat dengan petualangan Jasad di Obscene Extreme Fest dan Bloodstock Open Air Festival! Buat yang belum tahu, bisa diceritakan bagaimana akhirnya Jasad bisa terbang ke Eropa, dalam hal ini ikut serta dalam OEF dan Bloodstock Festival?

Ferly: Halo, bro, thanks atas chance-nya buat isi slot di Metal March. Ya, itu adalah sebuah cerita panjang mulai dari mengurus visa karena kami mesti bolak-balik Bandung-Jakarta, sampai persiapan "mental" yang mesti kami hadapi dan biaya yang musti dikeluarkan tidak sedikit jumlahnya. Walaupun kami ada tabungan band dari hasil penjualan merch, tapi itu masih belum cukup, akhirnya kita utang sana-sini. Kalau enggak utang dulu, kami enggak mungkin berangkat heheheh. Sebenarnya, kami sudah punya rencana untuk bisa terbang ke Eropa itu dua tahun yang lalu (sejak itu masing-masing personel menabung), dan baru terealisasikan kemarin. Kami tunjuk John Resborn dari The Metal Rebel untuk menjadi perwakilan kami di Eropa. Sampai akhirnya Curby dari Obscene antusias mau memberi kesempatan ke Jasad buat tampil di Obscene Extreme Fest, kondisi yang sama juga dengan Bloodstock Open Air (BOA). Ini semuanya bisa terlaksana dengan baik berkat bantuan si John Resborn.

Metal March: Lalu, apa saja kendala yang dihadapi Jasad dalam prosesnya ke Eropa?

Ferly: Sama sekali tidak ada kendala yang besar. Kami semuanya optimis dan positive thinking saja, dibekali dengan doa orang tua serta kawan-kawan terdekat. Dan, ya, itu memang ajaib terbukti.

Metal March: Sebelum berangkat, Jasad juga bertemu Walikota Ridwan Kamil. Yang ingin kami ketahui, sejauh apa peran pemerintah dalam petualangan Jasad di Eropa?

Ferly: Hahhaha.. Ini dia pertanyaan yang saya suka. Ya, Kang Ridwan memang punya andil besar dalam hal ini, beliau membantu kami dengan membuat surat rekomendasi agar proses apply visa bisa cepat keluar, permohonan ke Garuda Airlines agar dibantu dalam mempercepat booking tiketnya, dan yang paling penting beliau juga yang menelepon langsung ke KBRI-KBRI di republik Ceko, Jerman, dan Inggris bahwa akan ada rombongan band yang akan berkunjung ke sana, dan bisa menginap beberapa hari di wismanya. Selain itu juga, kami mendapat support dari Menpora seperti yang sudah kalian tahu, yaitu dengan mengeluarkan surat kalau Menpora mendukung sepenuhnya akan kegiatan kami berkunjung ke sana, and thats it nothing more hahaha... Saya pribadi berpikir surat itu hanya sebagai piagam karena memang tidak ada inti dan efeknya, tingkat RT/RW juga bisa membuat surat seperti itu. Ya, tapi lumayanlah bisa bertemu langsung dan foto-foto dengan menteri. Kapan lagi? hahhaa.

Foto: @kantinnasion
Metal March: OEF dikenal sebagai festival yang liar dan "texas". Apakah ada pengalaman atau hal-hal unik yang ditemui Jasad di OEF atau Bloodstock?

Ferly: Ya, kami sering kali melihat orang-orang dengan kostum superhero atau tokoh anime Jepang, predator, zombies atau bahkan kostum penis di kedua festival ini. Ya, enggak peduli opini yang melihat. Terpenting mereka enjoy dan have fun di venue. Justru dengan kehadiran mereka di sini menambah nilai plus buat festival, daya tarik tersendiri untuk orang bisa mengambil fotonya dan pamer di media sosial. Atau malah di OEF lebih raw lagi, banyak crowd yang nude hahaha

Metal March: Telah mengunjungi Republik Ceko dan Inggris, apakah Jasad juga melipir ke tempat lain selain venue OEF dan Bloodstock?

Ferly: Ya, paling sightseeing ke kota besarnya seperti Praha, London, dan Camden City buat belanja suvenir keluarga dan makan di pinggir jalan. Suasananya enak dan nyaman karena fresh air. Banyak spot-spot lokasi yang ingin kami kunjungi cuma waktunya sangat terbatas. Mungkin lain waktu kalau kami balik lagi ke sana. Amin! 

Metal March: Setelah melihat beberapa video di Youtube, Jasad mendapat sambutan hangat dari OEF dan Bloodstock. Apa ini melebihi ekspektasi Anda?

Ferly: Ya, itu di luar ekspektasi kami semua. Kami sebenarnya tidak terlalu memikirkan respons crowd di sana. Yang kami pikirkan hanya mesti dan wajib sekali tampil secara maksimal, mulai dari performa hingga sound. Dan respons crowd seperti yang ada di video-video itu adalah bonus terbesar bagi kami.
Foto: John Resborn/The Metal Rebel

Metal March: Bermain di Eropa pastinya menambah kawan/jaringan Jasad di Benua Biru. Lantas apa harapan Anda ke depannya untuk Jasad? Apakah sudah ada undangan lagi untuk main di Eropa?

Ferly:Harapan kami pastinya semoga bisa kembali ke negara-negara mereka di lain kesempatan, dan semoga memberi kesempatan untuk band-band Tanah Air perform disana. Untuk invitation sendiri kami ada tawaran secara langsung sewaktu di sana, tapi bukan untuk event festival melainkan tur beberapa negara Eropa. Tour agency sana sangat berharap tur ini bisa direalisasikan tahun depan.
Ya, mudah-mudahan kalau tidak ada hambatan dari segala aspek.

Metal March: Setelah melihat dengan mata kepala sendiri, apa sih perbedaan jelas antara crowd Eropa dengan Indonesia?

Ferly: Yang jelas dari segi kuantitas kita masih jauh menang. Tapi, dari segi kualitas seperti disiplinnya, toleransinya, dan minded-nya berbeda. Di kita masih banyak orang yang hanya ikut-ikutan cukup berkaos metal dan pergi ke gigs, di sana mereka tahu apa yang mereka pakai.
Foto: John Resborn/The Metal Rebel


Metal March: Kalau ada kesempatan untuk memilih, Jasad ingin ambil bagian dari event apa di luar negeri sana?

Ferly: Semua event festival dengan reputasi baik, kami ingin kunjungi.

Metal March: Sudah banyak band-band lokal yang mengharumkan nama Indonesia. Ini jadi bukti bahwa band Indonesia kualitasnya tak kalah dengan band luar. Belum lama ini, Perverted Dexterity dan Interfectorment meramaikan Bangcock Deathfest Part I. Kami ingin tahu pendapat Anda soal ini.

Ferly: Ya, memang sudah pantas band lokal kita unjuk gigi di pentas International. Dan Anda betul sekali, kualitas SDM band kita tidak kalah dengan band luar. Band yang kita anggap besar di Indonesia belum tentu besar di luar negeri, dan sebaliknya band yang sering kita lewatkan mungkin di luar sana adalah band besar. Progress dan prestasi luar biasa untuk band-band Indonesia di 2015 ini. Mungkin 2016 akan banyak kejutan-kejutan menyusul. Total respect, guys!! Pertahankan prestasinya.

Foto: John Resborn/The Metal Rebel


Metal March: Penampilan Jasad di after party OEF dijadikan video untuk 'Liman Soka'. Single tersebut kabarnya menjadi pemanasan sebelum EP, bisa dijelaskan lebih lanjut lagi pengerjaan EP yang sudah sampai tahap apa, dll?

Ferly: Sampai saat ini kami masih terus menulis komposisi dan aransemen materi lagu yang akan disiapkan untuk EP. Kami ingin sekali mencetak gol terbesar di EP ini, dan kami semuanya diwajibkan untuk self-upgrade dengan apa yang kita pegang. EP ini harus lebih berkonsep dan well-prepared dari semua rilisan Jasad sebelumnya. Liman Soka adalah pemanasan, sebuah jembatan transisi dari album 'Rebirth of Jatisunda' ke semua materi baru.

Metal March: Lalu, konsep apa yang disajikan Jasad soal EP nanti? Apakah masih mengangkat tema Sunda? Dan apa yang bedanya dengan 'Witness of Perfect Torture', 'Annihilate The Enemy' dan 'Rebirth of Jatisunda'?

Ferly: Masih menceritakan tentang nilai-nilai kearifan budaya kita, dan mungkin akan lebih "deep" dan memerlukan waktu yang cukup untuk mengkaji semua lirik di album nanti. Jasad itu akhirnya menemukan jati diri nya di 'Rebirth of Jatisunda', di mana dalam album itu kami akhirnya menemukan konsep yang enak untuk didengar, dipresentasikan di atas panggung, dan menjadi bahan topik pembicaraan orang-orang baik itu positif atau negatif. Dan kami akan berangkat dari patokan di konsep 'Rebirth of Jatisunda' itu.

Metal March: Terima kasih lagi bersedia kami wawancara. Terakhir, jika ada pesan yang sifatnya membangun untuk Death Metallers Indonesia, kami persilakan Anda untuk menyampaikannya.

Ferly: Untuk semua band di Tanah Air, terus tingkatkan kecerdasan kalian semua dalam berkarya, buka wawasan Anda dengan banyak mendengarkan band-band lokal dan luar sebagai bahan referensi dan masukan yang positif. Untuk semua teman-teman pecinta DM, terima kasih banyak support-nya, tanpa kalian semua, band di Tanah Air tidak akan berlanjut sampai saat ini.

Jasad


Note: Semua foto The Metal Rebel yang diunggah di sini telah mendapat restu dari John Resborn. Cheers!

Comments