Guttural Disease soal Periodical Torment

METAL MARCH - Bicara Bandung takkan ada habisnya. Kota Kembang seperti belum puas menelurkan bibit baru Brutal Death Metal (BDM), dan yang terkini adalah Guttural Disease. Kuartet yang diisi Audio Lesmana (vokal), Bintang Rizky Lazuardy (gitar), Iqbal Maulana (bass), dan Aditya Pratama (drum) ini baru menelurkan EP (Extended Play) yang bertitel 'Periodical Torment' via Brutal Mind. Faster, sicker and better, itulah formula yang diterapkan mereka dalam opus tersebut. Dan kami, Metal March, memiliki kesempatan untuk mewawancarai Bintang soal 'Periodical Torment'.

Metal March: Greetings, Guttural Disease! Selamat atas rilisnya 'Periodical Torment'. Oke, buat yang belum tahu, tolong diceritakan biografi Guttural Disease.

Guttural Disease: Hello, Metal March!! Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, rezeki dan waktu kepada kami untuk bisa menyelesaikan debut EP kami.

Oke langsung saja, Guttural Disease bermula dari band sekolahan, anak-anak STM yang doyan dengan musik hingar-bingar terutama Brutal Death. Lalu kami (Bintang, Audio, Adit) sepakat untuk membuat sebuah grup band bergenre BDM. Kami mengajak teman kami Erwin, tapi di tengah-tengah proses pembuatan EP ini Erwin resign dikarenakan kesibukan pekerjaanya. Kami pun mengambil inisiatif untuk merekrut sahabat dekat kami yaitu Iqbal. Line-up ini pun berlanjut sampai sekarang.

Metal March: Kami tertarik dengan nama Guttural Disease, ada filosofi apa sih di balik nama itu? Terus yang membuat logo siapa? Jujur, itu keren dan rapi.

Guttural Disease: Nama GUTTURAL DISEASE sendiri tercetus begitu saja di benak kami. Tidak ada alasan yang spesifik untuk nama ini. Untuk logo sendiri kami memercayakan kepada Aghy Digging up. Begitu juga untuk artwork EP kami.

Metal March: Menuju EP, dicermati sekilas, hanya 'Investigation of Dead Body Autopsy' yang bertemakan gore -tipikal BDM- di 'Periodical Torment'. Lalu, secara garis besar album ini bertemakan apa?


Guttural Disease: 'Periodical Torment' sendiri menceritakan tentang perang di abad pertengahan, dan esensi penyiksaan bertahaplah yang kami ambil dari kisah tersebut. Tujuan kami adalah untuk memperkenalkan musik kami kepada para brutallers yang menyiksa secara perlahan dan bahkan intens hehehe. Kalau untuk secara lirik, secara garis besar bertemakan gore, bleed, masacre dsb. Ya, hampir satu tipikal dengan band-band BDM lainya.

Metal March: Soal musikalitas, Guttural Disease lebih dominan berkiblat ke Amerika Serikat atau Eropa. Atau dari Indonesia, band apa yang menjadi panutan Guttural Disease? (Masih konteks 'Periodical Torment')

Guttural Disease: Hmmm.. Soal musikalitas kami lebih berkiblat ke Eropa dan sebagian ke Amerika Serikat. Disavowed, Inveracity, Cytotoxin, Defeated Sanity, Disgorge, Vomit Remnants adalah beberapa band yang memengaruhi proses musikalitas kami. Untuk lokalnya sendiri, kami sangat menyukai Dismemberment Torture, Digging Up, Jasad, dan seterusnya. Pokoknya Brutal Death lah. Hehehe.

Metal March: Saat mengerjakan 'Perdiodical Torment', apakah ada ganjalan atau kendala yang dialami? Menarik, karena hanya drum yang direkam di Extend Studio, sementara instrumen lainnya termasuk vokal di Sanwa Home Recording.

Guttural Disease: Kalau dari proses pembuatan EP, kami bersyukur kendala yang dihadapi tidak begitu banyak, selain dari finansial tentunya. Yup, kami memercayakan kepada Sanwa Home Recording karena menurut kami sistem home record lebih santai hehe. Drum sendiri take di Extend karena home recording belum ada drum buat take. Jadi, kami memutuskan untuk take di Sanwa (khusus untuk drum).

Metal March: Kalau kami boleh mengklaim, mungkin BDM adalah subgenre metal paling populer di Indonesia. Apakah Guttural Disease tidak takut tersisih karena banyaknya BDM saat ini?

Guttural Disease: Ya, BDM memang sangat menjamur di Indonesia. Balik lagi ke inovasi dan kreasi dari bandnya masing-masing. Tergantung dari apa yang disuguhkan band itu supaya bisa menjadi pembeda di antara band-band yang lain. Simple! Just find identity does your band and you will find a place at the underground scene. especially BDM.

Metal March: Apa yang membedakan Guttural Disease dengan band BDM lain. Lalu, hal apa yang membuat 'Periodical Torment' wajib berada di rak para kolektor?

Guttural Disease: Garis besarnya masih BDM, mungkin kami mencoba bermain tempo lebih variatif dan mencoba bereksperimen agar para brutallers tidak bosan mendengarkan musik kami.

Metal March: Ekspektasi apa sih yang Guttural Disease patok dengan keluarnya 'Periodical Torment' ini?

Guttural Disease: Semoga musik kami dapat diterima para brutallers lokal maupun mancanegara. Thats it! And enjoy our music.

Metal March: Setelah 'Periodical Torment', ada kejutan apa yang sedang Guttural Disease garap? Lanjut full-length mungkin?

Guttural Disease: Setelah ini mungkin kami akan fokus untuk mempromosikan album. Bermain di gigs, dan menggarap materi untuk full-length kami tentunya.

Metal March: Bicara label, tak bisa dibantah Brutal Mind adalah label yang berkembang pesat karena rajin merilis album/promo. Bagaimana ceritanya bisa gabung Brutal Mind? Apa saja sih hal-hal positif 'Periodical Torment' dirilis Brutal Mind?

Guttural Disease: Awalnya, sih, kami share single kami di media sosial, lalu Deni (Brutal Mind) mengkontak kami. Mungkin dari sinilah kesepakatan kami bergabung dengan Brutal Mind. Brutal Mind termasuk label yang subur dan cukup akrab di media sosial, jadi kami tidak segan untuk bergabung dengan label edan ini, hehe.

Metal March: Untuk pencerahan buat yang lain, bagaimana proses kreatif Guttural Disease. Apa langsung jamming bareng di studio, atau sebelumnya harus kumpul dulu untuk penggodokan materi/aransemen?


Guttural Disease: Sama dengan kebanyakan band pada umumnya, briefing dan jamming adalah hal yang terpenting dari sebuah band. Briefing untuk menggodok materi dan jamming untuk aransemen.

Metal March: Scene bawah tanah Indonesia mulai terdengar di dunia, terbukti baru-baru ini dengan Jasad dan Burgerkill yang menginvasi Eropa. Belum lagi banyaknya band Tanah Air yang direkrut label besar seperti New Standard Elite, Coyote, Sevared Records, dan seterusnya. Bagaimana pandangan Guttural Disease soal ini?

Guttural Disease: Menurut kami, musisi Indonesia akhir-akhir ini tidak bisa dianggap sebelah mata. Jasad dan Burgerkill sudah membuktikan bahwa musisi-musisi Indonesia sekarang ini lebih ngeri dalam berinovasi. Salut dan respek untuk semua musisi Indonesia!!

Metal March: Kalau nantinya punya opsi, Guttural Disease pilih albumnya dirilis label lokal atau luar? Kenapa?

Guttural Disease: Kalau diberi kesempatan untuk dirilis label luar kenapa tidak? Semua tergantung rezeki hehehe.

Metal March: Terakhir, jika ada pesan yang ingin disampaikan Guttural Disease waktu dan tempat kami persilakan. Thanks dan sukses, Guttural Disease!

Guttural Disease: Jangan berhenti untuk berkarya dan berinovasi, dan jangan menua tanpa prestasi. Longlive IDDM!!

Guttural Disease

Brutal Mind


Comments