Murtad, Duta Brutal Kota Hujan

ki-ka: Katon Gilang Ramadhan, Andri Soebangsa, dan Pungky Heriansyah.
METAL MARCH -  Jika menyebut Bogor, Gelgamesh langsung muncul di benak soal duta brutal asal Kota Hujan. Namun, opini tersebut bisa sedikit demi sedikit tergeser dengan munculnya Murtad. 'Extirpate the Remaining Breath' adalah album ekstra cepat khas BDM, riff cerdas, dan guttural ala Angel Ochoa yang jelas terdengar. Tak hanya Indonesia, album tersebut juga mendapat respons positif dari mancanegara. Berikut wawancara kami, Metal March, dengan Pungky sang vokalis.


MM: Halo apa kabarnya, Murtad? Sebelumnya terima kasih mau menerima tawaran interview dari Metal March.

Murtad: Halo Metal March! Keadaan kami baik-baik saja. Oh iya sebelumnya kami minta maaf
atas keterlambatan interview ini dikarenakan kepadatan kami di minggu-minggu lalu.

MM: Bisa diceritakan singkat sejarah dari Murtad? Seperti kenapa memilih Murtad sebagai nama band, dan lain-lain.

Murtad: Oke, Murtad sendiri terbentuk sekitar 2009 untuk bulan dan tanggal pastinya saya lupa hehe. Kenapa kita memilih nama Murtad? Karena dulu awal mula band ini dibentuk kami ber-genre Black Death, tapi seiring berjalannya waktu dan beberapa kali perombakan anggota sekitar 2010, kami mengubah gaya konsep musik kami ke Brutal Death Metal dengan perombakan anggota di dalamnya. Tapi tanpa berpikir mengubah nama Murtad itu sendiri. Oke, singkat cerita di 2011 kami merilis EP album dengan judul ‘Agenda Besar Busuk Belaka’ dengan jumlah lima lagu. Beberapa tahun berjalan tepatnya di 2013, kami kembali mengeluarkan karya bertajuk ‘Promo Demo 2013’ yang berisikan empat lagu di dalamnya.

Singkat cerita kembali, perombakan personil pun terjadi di pertengahan 2014 yang memaksa Ryan (vokal) mengundurkan diri dari band karena kepadatan kuliah. Tak ingin berhenti berkarya kami pun mencari vokalis baru untuk mengisi kekosongan Ryan, tidak lama berselang tepatnya di akhir 2014 kami mendapatkan pengganti Ryan yaitu Pungky yang berdomisili di Bandung, yang juga vokalis dari Gore Instinct dan Pandemonium. Dan di akhir tahun lalu kami berhasil meluncurkan 'Promotional Demo 2014' yang berisi satu lagu berjudul ‘Born to Blood’ sebagai promo album yang berjudul ‘Extirpate The Remaining Breath’. Album tersebut dirilis oleh label asal Malang yaitu Necrology Records.

MM: Kami tahu full-length perdana Murtad yang berjudul 'Extirpate the Remaining Breath' mendapat nada yang positif dari brutallers. Apakah Anda sebelumnya sudah memprediksi hal ini? Lalu, menurut Anda apa sih yang membuat 'Extirpate the Remaining Breath' begitu meledak?

Murtad: Yap! Kami tahu bahwa album pertama kami mendapat respons positif dari para brutallers Tanah Air hingga mancanegara. (Walau di awal-awal perilisan 'Extirpate the Remaining Breath' sempat menjadi perbincangan yang kurang mengenakan di dunia maya dikarenakan cover album kami yang dibuat oleh Bvll mirip dengan cover album band asal Italia yaitu Putridity. But, it’s ok no prob with haters haha).
Apa yang membuat album kami begitu meledak, mungkin karena saat ini para metalhead sedang "haus-hausnya" akan nada-nada brutal dan permainan musik cepat.

MM: Kenapa mengambil judul 'Extirpate the Remaining Breath'? Sebenarnya album tersebut bercerita tentang apa? Dari segi musik, Murtad berkiblat ke band mana saja?

Murtad: Album ‘Extirpate the Remaining Breath’ menceritakan tentang beberapa kesadisan manusia terhadap sesamanya. Beberapa unsur kami ambil dari film-film berbau torture, butcher, sadistic dan gore. Dari segi musik sendiri kita banyak berkiblat ke band-band sadis seperti Jasad, Disgorge (US), Putridity, Degrade, Inveracity dan masih banyak lagi yang sebangsanya.

MM: Apakah warna musik dan tema lirik dalam 'Extirpate the Remaining Breath' akan dilanjutkan ke album berikutnya? Atau Murtad akan terus berinovasi?

Murtad: Mungkin tidak, karena kita akan terus berinovasi di album berikutnya agar terdengar lebih fresh.

MM: Dalam 'Extirpate the Remaining Breath', Murtad meng-cover lagu Jasad yang bertitel 'FFF'. Kenapa memilih lagu tersebut?

Murtad: Karena Jasad berpengaruh besar dalam musikalitas kami, makanya kita meng-cover lagu dari mereka yang berjudul ‘FFF’ dan memasukan ke setlist album kami. Ini sebagai rasa hormat terhadap senior kami yaitu Jasad.

MM: Vokalis Murtad yakni Pungki berkediaman di Bandung, sedangkan Murtad bermarkas di Bogor. Apa ada kesulitan soal hal itu? Bagaimana Anda menyiasatinya?

Murtad: Yap! Vokalis kami yang baru yaitu Pungky berdomisili asli di Bandung tapi sejauh ini tidak ada halangan untuk Pungky sendiri atau pun kami untuk terus berkarya dan tampil di beberapa event cadas. (Bandung-Bogor deket cuma tiga jam jadi selow haha)

MM: Untuk promosi 'Extirpate the Remaining Breath', Murtad sudah tampil di kota mana saja? Acara mana yang akan sulit dilupakan Murtad, alias paling berkesan?

Murtad: Untuk promosi album kami sudah main di beberapa kota seperti Magelang, Tuban, Tangerang, dan yang baru saja Pamulang. Semua event yang kita mainkan semua berkesan. LOVE YOU ALL!


MM: Selain itu, ada kabar apa dari basecamp Murtad? Apa sudah mengerjakan materi untuk album kedua?

Murtad: Kita baru saja merampungkan materi lagu baru untuk surprise di akhir tahun ini. Oh iya, di lagu baru ini, kami akan mengajak salah satu vokalis berbahaya untuk featuring dengan Pungky. Tunggu saja update-nya.

MM: Apakah pencapaian Murtad sejauh ini sudah memuaskan ekspektasi Anda? Target-target apa yang ke depannya ingin diraih Murtad?

Murtad: Untuk target, kita belum merasa puas sampai di sini kita akan terus memanjakan telinga para brutallers dunia.

MM: Kami ingin tahu dalam playlist Anda sedang diisi lagu dari band mana saja? Sekadar referensi juga untuk brutallers.

Murtad: Oke! Di setlist yang biasa kami dengar ada banyak beberapanya seperti Jasad, Disgorge, Degrade, Inveracity, Cerebral Effusion dan masih banyak lagi.

MM: Oke, lagi-lagi kami mengucapkan terima kasih sudah bersedia mau di-interview oleh kami. Jika ada pesan terakhir untuk brutallers dan pembaca Metal March, waktu dan tempat kami persilakan.

Murtad: Oke sama-sama, kami juga mengucapkan terima kasih atas waktu sesi interview ini. Pesan singkat untuk para brutallers, "NIKMATI DEATH METAL-MU DENGAN HATI". Thanks to METAL MARCH and team, best regard from MURTAD!

Murtad

Necrology Records


*All photos belongs to Murtad. Cheers!

Comments