Chalera, Darah Segar dari Kota Patriot



ki-ka: Reza (drum), Yogi (vokal), Joko (gitar), Rori (bass), Van (gitar).

METAL MARCH - Bekasi seperti tidak mau dan mungkin takkan pernah berhenti menghasilkan band-band Brutal Death Metal (BDM). Coba hitung dengan jari band BDM dari Kota Patriot, mungkin kalau Anda lipan itu bisa dilakukan. Kini, amunisi Bekasi yang sedang naik daun bernama Chalera. Sejatinya tidak baru-baru banget karena band ini berdiri sudah cukup lama, tapi terbilang baru mengusung BDM setelah masuknya personel-personel edan. Materi teranyar Chalera pun menarik minat Brute! Production untuk dibuatkan 'Promo 2015'. Berikut wawancara kami dengan gitaris Van Mustaine.


MM: Halo, Chalera! Apa kabar?

Chalera: Hello, Metal March. All is good!!

MM: Bisa tolong diceritakan biografi dari Chalera? Selain memupuk passion di Chalera, sehari-harinya para disibukkan oleh apa?

Chalera: Chalera terbentuk kira-kira di medio 2010/2011-an. Awalnya proyek bergenre Deathcore ini dimulai oleh Aji, vokalis Chalera sebelumnya yang merekrut beberapa temannya yaitu Wahyu (Drum), Joko (Gitar). Formasi ini sempat berjalan beberapa bulan dan sempat mengikuti beberapa gigs setempat pada waktu itu. Karena kosongnya beberapa posisi, Aji waktu itu mencari personel tambahan pada posisi gitar rhythm dan bass.

Dan akhirnya Aji bertemu Rori yang siap mengisi posisi bass. Kemudian Aji berlanjut mencari orang untuk satu pos lagi di posisi gitar. Berbekal koneksi dari Wahyu, pada waktu itu diusulkanlah Van dari Ocultus Infernum untuk mengisi posisi gitar. Formasi ini berjalan beberapa bulan, dan sekitar 2012-an Wahyu mengundurkan diri dari band karena alasan keluarga. Posisi drum digantikan oleh Tony (eks Habitual Putrefaction, Conscience Revolt).

Formasi terbaru ini bertahan lumayan lama dan menghasilkan EP yang dirilis secara Do It Yourself (D.I.Y) pada 2013 dan sekaligus berganti nama sebagai Chalera. Pada sekitar 2014 Tony memutuskan mundur dari Chalera karena kesibukan dan tuntutan pekerjaan. Dan pos drum langsung diisi oleh Reza/Jagil (eks Abonation, eks Otoriter, eks Apotapsy). Dengan Formasi ini, Chalera langsung menggarap materi dan mengubah haluan ke Brutal Death Metal secara keseluruhan, dan sempat mengisi beberapa event penting seperti Tour Gorgasm di Sidoarjo dan lainnya. Pada awal 2015 sang founder memutuskan untuk rehat dari band dikarenakan tuntutan keluarga dan pekerjaan yg menanti. Kemudian pos vokal diisi oleh Yogi (eks Imu Venus) dan formasi ini yang bertahan sampai hari ini.

Kesibukan kami seperti  warga indonesia kebanyakan yaitu robot bernyawa, mahasiswa, pedagang, dan pengangguran. Hehehehe.

MM: Chalera baru saja merilis 'Promo 2015' melalui Brute! Productions. Bisa dibocorkan awal kerja sama dengan label asal Thailand ini?

Chalera: Awal kerja sama kami dengan Brute! Production diawali dari kenalan beberapa relasi dan dengan modal coba-coba, kami mengirim beberapa sampel lagu ke beberapa label, dan Brute! Production-lah yang merespons dengan baik musik kami pada waktu itu. Dan bermodalkan video rehearsal yg seadanya mungkin Brute! Production juga berjudi dengan merekrut kami. Tapi kami selalu yakin bahwa musik kami tidak akan membuatnya kecewa.

MM: Kami telah mendengarkan teaser 'Promo 2015', dan kami mengaku sangat terkesan, baik dari penulisan lagu maupun sound secara keseluruhan. Bisa dijelaskan lebih jauh apa konsep dari cd ini?

Chalera: Konsep pada materi promo ini adalah pembuktian eksistensi musikalitas Chalera yang awalnya bergenre Deathcore menuju ke Brutal Death, dan kami cukup surprise atas respons dari teman-teman dari dua lagu perdana kami ini.

MM: Dari sisi musik, 'Promo 2015' mengambil inspirasi dari band-band apa saja?

Chalera: Dua lagu di promo Chalera ini oleh koleksi-koleksi lagu lawas Suffocation, Total Rusak, Asphyxiate dan beberapa band Texas Death Metal, dan sedikit tambahan masukan dari Decrepit Birth dan Disgorge.

MM: Salah satu yang paling menonjol di 'Promo 2015' ini adalah sound yang megah. Dan itu sukses mengeluarkan potensi Chalera. Apakah Anda puas dengan hasil kerja Apache Studio?

Chalera: Ya, kami sangat puas dengan apa yang di lakukan Salim (Je Aljufri) dan Atenk (Panic Disorder) yang banyak membantu kami dengan masukan-masukan positif tentang sound, dan how to create a good sound. Ya bisa dicek hasil dari buah karyanya hehe.

 
MM: Apakah 'Promo 2015' ini adalah awal dari full-length Chalera? Dan apa harapan Anda setelah dirilisnya cd ini?

Chalera: Mudah-mudahan trial awal ini akan berlanjut ke tahap berikutnya yaitu album full-length, yang pengerjaan materinya sudah siap 90 persen. Harapan kami? Ya, harapan kami hanya satu, yaitu para metalhead menyukai karya yang kami suguhkan. Thats it!

MM: Sejauh ini sudah berapa persen pengerjaan full-length perdana Chalera? Apakah akan juga dirilis Brute! Production?

Chalera: Pengerjaan materi untuk full-length sudah siap 90 persen. Hanya tinggal tahap revisi dan penyempurnaan setiap bar dan progresi dari tiap lagunya. Hmmm... Untuk full-length kami baru akan berunding kembali dengan pihak Brute! Production untuk pembahasan full album ke depannya setelah selesai promo ini.

MM: Selain disibukkan dengan promosi 'Promo 2015', ada kabar apa dari mabes Chalera?

Chalera: Hehe. Mungkin kabar terbaru kami akan masuk studio lagi untuk finishing lagu yang belum selesai hehe.

MM: Band beraliran BDM dari hari ke hari makin tumbuh banyak. Apa yang menjadi pembeda Chalera dengan band BDM yang lain?

Chalera: Mungkin dari kebanyakan band-band yang banyak sekali bermunculan, Chalera memadukan dua unsur dari zaman yang berbeda yaitu old school stuff dengan rasa modern. Mungkin seperti itu, selebihnya biar pendengar yang berbicara. Hehe.

MM: Bekasi memiliki banyak sekali band-band ganas. Bahkan kami berani mengklaim Asphyxiate adalah salah satu Indonesian Pride. Bagaimana Anda menilai Bekasi metal scene akhir-akhir ini?

Chalera: Yeah, Asphyxiate adalah panutan bagi kami di sini dalam segala segi. Scene Bekasi akhir ini memberi sinyal kebangkitan dengan banyak bermunculanya band-band berbahaya seperti Perverted Dexterity, Ancaman, Cadavoracity, Chancroid, Crawl Sick Epidemic, Displaced, Suffering, Conscience Revolt, Hatefull Desease, Geram, Txp86, Abonation, Viscral yang sudah dan akan mengeluarkan bisa berbahaya mereka.

MM: Bisa dibocorkan gigs terdekat Chalera? Seperti kapan dan main di mana.

Chalera: Chalera akan bersilaturahmi ke Lamongan, Jawa Timur, dalam event Lamongan Deathfest yang diadakan pada 27 September 2015.

MM: Thanks atas waktunya sudah mau diwawancarai oleh Metal March, dan sukses untuk Chalera! Jika ada pesan-pesan yang ingin disampaikan, waktu dan tempat kami persilakan.

Chalera: Terima kasih kembali dari kami. Terima kasih pula kepada Metal March yg telah meluangkan waktu dan space untuk kami. Dan kami berterima kasih yang sebesar-besarnya atas support yang terlihat dan yang tidak terlihat dari teman dunia nyata dan dunia maya.
Without you we mean no shit!! 

Chalera

Comments