Revolusi Musikalitas Expendiency dan "Sick Promo 2015"

Ki-ka; Adit, Fadel, Kiki, dan Bengbeng.
METAL MARCH - Entah apa jadinya jika band lain yang terkena badai klasik yakni keluar-masuk personel, mungkin sudah bubar. Tapi, mengibarkan bendera putih tidak ada dalam kamus Expendiency, meskipun sempat hanya dihuni satu pemain yakni Aditiya Ramdhan! Justru masalah yang menerpa membuat musikalitas serta mental Expendiency kian matang. Terbukti dengan revolusi genre yang tadinya slam menjadi Brutal Death Metal (BDM). Dengan formasi yang sudah paten di 2015, Expendiency pun baru-baru ini merilis "Sick Promo 2015". Dan itu menjadi tanda bahwa Expendiency belum mati, bahkan semakin tegak berdiri! Berikut wawancara kami, Metal March, dengan Adit.

MM: Terima kasih sudah bersedia menerima tawaran interview dari Metal March. Oke, bagaimana kabar Anda dan kawan-kawan yang lain?

Expendiency: Helo Metal March ;p kabar saya dan kawan kawan di sini, yeaah is good hehe.

MM: Ada yang menarik dari petualangan Expendiency di underground scene yakni seringnya bongkar pasang formasi. Jadi, tolong ceritakan biografi dari Expendiency, seperti personel, mengusung genre apa, dan lain-lain? 

Expendiency: Ya, beginilah yang terjadi dengan Expendiency, sering bongkar pasang formasi, seharusnya saya tidak menginginkan seperti ini, jadi apa boleh buat. Saya ceritakan sedikit biografinya, ya. Awal Expendiency ini terbentuk pada 2010 dengan genre Slamming Brutal Death Metal, awal formasi Adit (vokal), Fahmi (gitar), Rico (gitar), Moe (bass), dan Koko (drum), di 2010 dengan formasi ini kami mengeluarkan "Promo 2010", dan awal 2011 terjadi perombakan formasi setelah Moe keluar, dan formasi pada 2011 yaitu Rico (vokal), Fahmi (gitar), Adit (bass) dan Koko (drum). Dengan formasi ini, kami mengeluarkan single "Masturbation Lust", dan sehabis ini Koko (drum) meninggalkan Expendiency dan kami mendapatkan drummer baru yaitu Fadel (drum), dan formasi kami Rico (vokal), Fahmi (gitar), Adit (bass), dan Fadel (drum). Seiring berjalannya waktu Fadel meninggalkan Expendiency, dan kami mendapatkan drummer baru lagi bernama Dio, dan di awal 2012 formasi kita adalah Rico (vokal), Fahmi (gitar), Adit (bass), dan Dio (drum). Seiring berjalannya waktu Rico si vokalis meninggalkan Expendiency dan digantikan dengan Asikin, dan formasi Expendiency menjadi Asikin (vokal), Fahmi (gitar), Adit (bass), Dio (drum), dengan formasi ini kami ingin memasuki studio untuk "Promo 2012", tetapi Dio mengundurkan diri dari Expendiency, dan tak lama kemudian Asikin mengundurkan diri juga. Alhasil, kami mendapatkan player baru lagi di pertengahan 2012 dengan formasi Kiki (vokal), Fahmi (gitar), Adit (bass), dan Erwin (drum). Kami langsung memasuki studio untuk "Promo 2012" dan langsung mengeluarkan promo dengan formasi ini. Selanjutnya kami ingin mengerjakan full album, tetapi ada perombakan formasi ketika ingin menyelesaikan rekaman di awal 2013. Fahmi dan Erwin mengundurkan diri, dan beberapa waktu ini setelah Fahmi dan Erwin mengundurkan diri. Expendiency hiatus hampir setahun dan kembali lagi di awal Oktober dengan dua player yaitu Kiki (vokal) dan Adit (gitar dan drum programming). Kami menyebutnya dengan two man brutality tanpa adanya drummer, dan mengeluarkan "Promo 2013". Bisa dibilang "Promo 2013" ini berbeda drastis dengan promo-promo sebelumnya, sebab kami memainkan Brutal Death Metal. Di awal 2014 kami memasuki studio untuk album penuh, dan sudah sepakat dengan salah satu label di Indonesia. Tetapi ketika memasuki studio Kiki mengundurkan diri dari Expendiency karena sibuk, jadi Expendiency hanya menyisakan Adit yang menyelesaikan rekaman gitarnya tanpa vokalis. Seiring berjalannya waktu Adit menemukan player baru lagi yaitu Bengbeng (bass), dan mendapatkan drummer bernama Tezar dan vokal bernama Ilyun. Dengan formasi Ilyun (vokal), Adit (gitar), Bengbeng (bass), dan Tezar (drum) kami merekam single, tetapi setelah memasuki studio Tezar dan Ilyun mengundurkan diri dari Expendiency. Sebelum kami merilis single, kemudian seiring berjalan waktu Kiki kembali menjadi vokalis Expendiency dan drummer di 2011 adalah Fadel, yang dulunya di 2011 adalah personel kami. Akhirnya, dengan formasi Kiki (vokal), Adit (gitar), Bengbeng (bass), dan Fadel (drum), di awal Februari 2015 kami memasuki studio untuk "Promo 2015" yang pada Juli ini dirilis oleh Brute! Productions. Dengan formasi ini kami sedang menyelesaikan rekaman untuk album penuh.
Beginilah ceritanya, hehe. Agak panjang karena rombak formasi terus, hehe.


MM: Baru-baru ini Expendiency melepas "Sick Promo 2015" melalui label asal Thailand, Brute! Productions. Bisa dijelaskan lebih lanjut bagaimana ceritanya bisa gabung roster Brute?

Expendiency: Ya, untuk "Sick Promo 2015" kami lepas melalui bendera Brute! Productions. Awalnya kami bisa bergabung dengan Brute, Adit si gitaris sering berbincang-bincang dengan Joi Brute. Alhasil, Joi dan Adit sepakat untuk "Sick Promo 2015" dan rilis di Juli 2015 dengan berlabelkan Brute! Productions.

MM: Apakah "Sick Promo 2015" ini menjadi pemanasan untuk full-length perdana?

Expendiency: Ya, benar sekali. Di "Sick Promo 2015" ini kami memberikan bocoran untuk full-length perdana karena konsep musik di promo ini sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya. Bisa dibilang pemanasan juga, hehe. Setelah sekian lama kita rombak-rombak formasi terus. Cape euy, hehe.

MM: Untuk full-length, sudah sampai berapa persen pengerjaannya? Dan apakah nanti akan dirilis via Brute! Productions?

Expendiency: Kira-kira 60 persen. Untuk full-length ini kami belum bisa pastikan akan dirilis oleh siapa. Kami sudah berbicara dengan beberapa label tetapi masih enjoy untuk menemui kesepakatan, sambil enjoy mengirimkan untuk menghabiskan "Sick Promo 2015" ini.

MM: Di awal berdirinya mengusung slam, namun akhir-akhir ini Expendiency justru konsisten dengan BDM. Bisa dijelaskan lagi soal evolusi musikalitas Expendiency ini?

Expendiency: Ya, awal mengusung slam seperti yang sudah diceritakan pada biografi di atas tadi, hehe. Setelah kami hanya berdua, dan Adit bermain gitar. Dengan gitaris si adit membuat karya musik yang baru juga untuk Expendiency, hehe. Jadilah musikalitas Expendiency yang sekarang ini dan seterusnya konsisten dengan BDM.

MM: Melalui "Sick Promo 2015", apa yang ingin disampaikan oleh Expendiency. Apakah kami boleh mengklaim jika dengan promo ini, Expendiency ingin mempertegas diri sebagai band yang telah "dewasa"?

Expendiency: Ya, bisa dibilang seperti itu di "Sick Promo 2015" ini kami menegaskan dari segi musikalitas kami sekarang. Dari instrumen gitar, vokal dengan growl dengan kosakata yang jelas tidak memakai guttural lagi, dari ketukan irama, dan sebagainya.

MM: Kenapa memilih banting setir ke BDM? Apakah nantinya tidak takut akan menjadi bumerang karena band-band BDM sendiri semakin banyak, dan kompetisi pasti lebih berat.

Expendiency: Ya, kita semua enjoy saja bermain dengan BDM. Untuk kompetisi atau bumerang dan sebagainya kita enggak memikirkan itu. Kami enjoy bermain BDM.

MM: Masih mengacu pada pertanyaan sebelumnya, apa yang menjadi pembeda Expendiency dengan band-band BDM lainnya?

Expendiency: Kami tidak bisa memastikan pembedanya. Karena menurut kami, biar pendengar saja yang menilainya, hehe. Kalau kita agak sedikit berbeda dengan band-band BDM lainnya ;p

MM: "Cannibal Connoisseur Pussy" dipercaya sebagai single dari "Sick Promo 2015". Ada alasan apa dibalik pemilihan lagu tersebut?

Expendiency: Ya, kami hanya share lagu di media "Cannibal Connoisseur Pussy" berikut lirik di dalamnya. Lagu ini diambil dari "Sick Promo 2015" kami yang berada di trek dua. Di sini kami memilih lagu ini, hanya untuk menjelaskan konsep musikalitas kami yang sekarang, dan ingin membuat agak sedikit penasaran untuk para pendengar yang ingin mendengarkan lagu-lagu berikutnya, yang berisikan 3 track di "Sick Promo 2015" ini.
Musik baru, logo baru. Done by Amar Adj Art.
MM: Secara garis besar, "Sick Promo 2015" bercerita tentang apa? Dari sisi musik, Expendiency terinspirasi dari band-band mana saja?

 Expendiency: Kalau untuk bercerita tentang apa, dari lirik kami masih bercerita tentang pembantaian, sex, dan pembunuhan. Expendiency ini terinspirasi dari band-band USA BDM style ;p ya kita terinspirasi seperti Suffocation, Gorgasm, Deeds of Flesh, dan Disgorge.

MM: Selain full-length, ada proyek apa dari Expendiency untuk ke depannya?

Expendiency: Selain full-length, untuk proyek ke depan ini kami ingin sekali melakukan tur. Ya, kami bermusik ingin mengeluarkan karya album dan manggung, album dan manggung. Itu saja, hehe ;p

MM: Kami penasaran, saat ini Anda sedang gemar mendengarkan band-band mana saja?

Expendiency: Ya, kami gemar mendengarkan band-band dari USA, Belanda, Yunani, dan Itali. Pastinya gemar mendengarkan band-band dari Indonesia yang saat ini banyak sekali dengan band-band yang mengeluarkan album-album baru di Indonesia.

- Terima kasih lagi untuk wawancara ini. Terakhir, jika ada pesan yang ingin disampaikan Expendiency, waktu dan tempat kami persilakan?

Expendiency: Sama-sama ya, hehe ;p. Ya, untuk pesan, kalian harus dengarkan "Sick Promo 2015" milik Expendiency, dan nantikan untuk full-length, hehe. Selalu dukung musik lokal, musik dalam negeri. Hehe ;p Sekali lagi makasi banyak aa ;p

Expendiency

Comments