Dave Mustaine Pengedar Ganja, Ozzy Osbourne Tukang Jagal, Kurt Cobain Cleaning Service

Dave Mustaine pernah menjadi seorang penjual ganja.
METAL MARCH - Mereka tidak lahir sebagai orang besar atau memiliki orang tua yang mapan. Ya, banyak dari musisi rock dan metal papan atas yang bekerja layaknya orang biasa sebelum menjadi terkenal. Mungkin Anda sering mendengar ini: "Anda tidak bisa melenyapkan musik metal dari dalam diri, tapi terkadang Anda juga tidak bisa membiayai kebutuhan sehari-hari dengan metal."





Kurt Cobain (Nirvana) - Cleaning Service
Saat Cobain menginjak usia 20 tahun, dia pernah mengecap profesi sebagai cleaning service. Bassist Nirvana Krist Novocelic membeberkan kali pertama kala bertemu Cobain: "Dia menyukai musik punk rock dan itu membuat saya tertarik. Saya menyadari dia adalah seniman yang bagus. Saat itu dia bekerja sebagai cleaning service, tapi dia selalu melakukan hal-hal berbau seni - seringnya mencoret-coret sesuatu. Tangannya tidak pernah diam. Dia harus mengekspresikan diri."



Ozzy Osbourne (Black Sabath) - Tukang Jagal
Prince of Darkness pernah membicarakan tentang profesinya waktu muda: "Saya harus menyayat bangkai sapi dan mengeluarkan seluruh kotorannya dari perut. Setiap hari saya selalu muntah, baunya sulit dibayangkan. Brutal."



Dave Mustaine (Metallica/Megadeth) - Pengedar Ganja
Sendirian di jalanan Los Angeles yang masih liar pada usia 15 tahun. Cara Mustaine bertahan hidup adalah dengan menjual ganja. "Pertama-tama saya menjual ganja, karena tidak ada cara lain untuk anak usia 15 tahun menghasilkan uang selain menjual anus. Dan saya memilih menjual ganja."
"Saya menjual ganja kepada penjaga toko kaset dan dia (perempuan) rela melakukan hubungan seks dengan saya saat itu. Dia memberikan saya album dan saya memberinya ganja. Itulah cara saya mendapatkan album Iron Maiden dan Motorhead."


Lemmy Kilmister (Motorhead) - Kru Jimi Hendrix
"Saya tidak mendapat pekerjaan karena bakat. Tapi, saya sering melihat Jimi manggung. Dua kali dalam sehari selama tiga bulan. Saya juga melihatnya bermain di backstage. Dia punya gitar Epiphone tua dan memainkannya sambil berdiri di kursi backstage. Kenapa dia berdiri di kursi? Saya tidak tahu."
"Saat dia di atas panggung, dia seperti membius semuanya. Anda melihat dia kemudian angkasa serta waktu seperti berhenti. Setelah dia beraksi, kami harus memperbaiki efek gitar karena dia sering menginjaknya. Bagian-bagiannya berceceran di panggung, dan kami harus menemukan dan mengumpulkannya menjadi satu."


Steve Souza (Exodus) - Tukang Pintu
Soal pintu adalah keahlian Souza. " Pintu adalah spesialisasi saya. Saya bisa memasang pintu di gedung pencakar langit; saya bisa melakukan semuanya dari pintu otomatis, pintu grendel, pintu darurat, pokoknya hal-hal seperti itu. Itu adalah pekerjaan saya ketika sama sekali belum terkenal. Saya sangat bekerja keras dan tak lama kemudian menjadi mandor."





Jack White (The White Stripes/The Raconteurs/The Dead Weather) - Upholster
Frontman The White Stripes ini adalah seorang upholster. Bahkan dia sampai membuka bisnis bernama Third Man Upholstery dengan slogan yang berbunyi "Your Furniture's Not Dead". Bagi yang kurang familiar dengan upholster, tugas mereka adalah melapisi furnitur dengan lapisan empuk di permukaan (kulit, kain, dll).





Jonathan Davis (Korn) - Bagian Otopsi
Davis dulu mainannya mayat. Dia bahkan mendapat gelar di School of Mortuary (Sekolah Ilmu Kamar Mayat) di San Francisco. "Ayah dan ibu menilai saya sebagai anak yang bermasalah atau seseorang yang gemar memotong bagian tubuh manusia. Saya telah melihat sisi gelap kehidupan. Orang-orang tidak melihatnya dan kebanyakan hanya dari koran atau televisi. Tapi ketika melihatnya tepat di depan wajah, itu justru seperti membuka mata saya."

Sumber: Ultimate Guitar

Comments