Viscral Bicara "Egocentric Underneath of Horror" dan Rottrevore Records

ki-ka:Yogi Praja Wiguna, Dwiky Zharendrastyo, Eggi Pradia, Adrel Jatnika, Liga Radensha.


METAL MARCH - Metal March berkesempatan mewawancarai rising star dari Bekasi yang mengusung Death Metal, Viscral. Seperti diketahui, band yang beranggotakan Eggi Pradia Wiguna (vokal), Yogi Praja Bimantara (drum), Liga Radensha (gitar), Adrel Jatnika (gitar), dan Dwiky (bass), ini akan merilis debut album yang berjudul "Egocentric Underneath of Horror"  pada Juni nanti via Rottrevore Records.



Berikut interview Metal March dengan Eggi Pradia Wiguna soal "Egocentric Underneath of Horror" dan Rottrevore Records.

MM: Sama seperti metalhead seantero Tanah Air, kami juga penasaran dengan jagoan terbaru Rottrevore Records. Oke, apa kabar, Viscral?

Viscral: Hi, Metal March! Kita dalam keadaan baik. Apa kabar juga, bro?

MM: Tolong diceritakan biografi singkat dari Viscral. Mulai dari awal berdiri, personel, diskografi (termasuk promo, kompilasi, dll.), kesibukan selain main musik apa, dan seterusnya.

Viscral: Oke kita akan cerita sedikit. Pada 2007 tepatnya Mei, Yogi dan Eggi mendirikan band ini. Ternyata kita memiliki selera yang sama untuk mendirikan sebuah band Death Metal, maka terbesitlah nama Viscral dari pribadi Yogi yang kemudian kami sepakat untuk memakai nama ini. Viscral berasal dari kata Visceral yang memiliki arti  "Mendalam". Tadinya kami pikir, mungkin ini hanya mengisi waktu luang dan hampir pesimis tanpa ada planning yang rapih. Hanya sekadar kemauan menggebu-gebu yang mendorong untuk mendirikan band ini. So, tidak ada salahnya untuk mencoba. Step awal kita mulai untuk mencari personil, dan tidak lama Angga dan Ryan hadir mengisi kekosongan, begitu pun Liga. Kelima member ini tidak berlangsung lama karena di 2010 Angga dan Ryan memutuskan untuk resign dari band ini dikarenakan kesibukan di luar band yang tidak terbendung. Masuklah Erwin dari Hypocrisis mengisi kekosongan posisi bass, Erwin pun tidak berlangsung lama dalam barisan ini dan resign menuju Catharsis.

Akhirnya kami menemukan Adrel dari Devastated dan Dwiky dari Secret Enemy dan Grind Terror yang saat ini juga aktif bersama Geram. Sejak bergabungnya mereka, kami menemukan line up yang sangat solid dan bisa bertahan hingga saat ini. Sejumlah materi pun berhasil kita racik, namun semakin banyak pembelajaran dan referensi membuat kita mengambil keputusan untuk menghanguskan materi terdahulu.

Di luar kesibukan kami bermusik, beragam ada yang kerja, kuliah juga ada. Yogi sebagai instruktur drum di beberapa sekolah musik, Liga juga sebagai instruktur gitar, Dwiky baru saja menyelesaikan studi, sedangkan Adrel dan Eggi sedang menempuh pendidikannya.
Artwork untuk "Egocentric Underneath Of Horror".
MM: Selain bersiap untuk memuntahkan album perdana, ada berita apa dari Viscral untuk beberapa bulan ke depan?

Viscral: Beberapa bulan ke depan, kesibukan kami hanya melunasi tiap schedule manggung, promo album, latihan, merchandise.

MM: Bagaimana ceritanya bisa gabung Rottrevore Records? Menurut Viscral, apa yang membuat Rottrevore Records tertarik?

Viscral: Sebenernya kami juga menanyakan hal yang sama waktu itu, mengapa Rottrevore Records berniat mengikat Viscral dalam agendanya? Haha.. Sebenarnya sudah ada lima hingga enam label lokal yang berniat positif, dan Rottrevore Records salah satunya. Kemudian kami memutuskan untuk menerima tawaran dari label ini. Rottrevore Records sebelumnya memberikan penjelasan kalau Viscral memiliki warna musik yang berbeda, ini yang mendorong Rottrevore Records merekrut Viscral di akhir 2014, dan kami merasa kalau kami berada di label yang tepat.

MM: Oke, bicara debut album "Egocentric Underneath of Horror" yang bakal dirilis Juni, lirik-liriknya mayoritas bercerita tentang apa? Dari sisi musik, band mana yang menjadi influence Viscral?

Viscral: Di debut album "Egocentric Underneath of Horror" ini berisi lirik yang didominasi oleh unsur genosida, obsesi negatif, dan kekuasaan. Viscral sangat menyukai warna musik dari Suffocation, Pyaemia, Dying Fetus, dan Disavowed.

MM: Saat pengerjaan "Egocentric Underneath of Horror", ada kendala yang dihadapi?

Viscral: Saat proses rekaman album tidak terlalu banyak kendala. Semua lancar-lancar saja, justru kita banyak bersenang-senang dalam fase ini.

MM: Terus, "Egocentric Underneath of Horror" ingin menawarkan hal apa untuk Death Metaller sejagad? Terutama Indonesia.

Viscral: Menurut kami, "Egocentric Underneath of Horror" menawarkan sejumlah materi musik yang kompleks untuk genre Death Metal. Kami tidak selalu menghadirkan drum yang full hyperblast always running on many blasting, justru kita menampilkannya hanya di beberapa part. Ada kalanya kita ngebut dan ada kalanya kita harus memainkan variasi musik itu sendiri. Kami berharap metalhead lokal dan internasional memberikan respons positif terhadap album ini. We'll see.

MM: Setelah dirilis, ada rencana tur untuk promo "Egocentric Underneath of Horror"?

Viscral: Rencana tur ada, band mana yang tidak mendambakan agresi pada step ini? Tetapi kami kembalikan kesepakatan bersama atas waktu yang tersedia. Sejumlah daerah sudah menanti kami menanyakan perihal yang sama dan ini di luar dugaan. Kami senang mendengar antusias mereka :)
MM: Rottrevore Records dikenal sebagai label khusus Death Metal yang sebagian besar rilisannya ber-genre BDM. Lalu, apa yang ingin ditawarkan Viscral sehingga menjadi pembeda dari band-band Rottrevore Records sebelumnya?

Viscral: Iya benar siapa yang tidak tahu nama Rottrevore Records yang sudah sukses menggarap band-band berbahaya di Indonesia, dan kami pun bangga bisa menjadi salah satu band dalam catatan sejarah Rottrevore Records. Kalau bicara soal pembeda musik, kami hanya memberikan konsep agak keluar dari kebiasaan band Death Metal pada umumnya. Ya, benar mungkin kami memang Death Metal terpelan dari sejumlah band Rottrevore yang ada hahah. Biarkan metalhead yang menilai lebih jauh apa yang membedakan soal ini.

MM: Tak bisa ditepis, Rottrevore Records adalah salah satu label terbesar, atau kami berani mengklaim mereka adalah yang terbesar di jagad IDDM. Apa saja sih positifnya "Egocentric Underneath of Horror" dirilis Rottrevore Records?

Viscral: "Egocentric Underneath of Horror" adalah sebuah penantian album hampir delapan tahun sejak band ini terbentuk. Ini merupakan debut album yang kami harapkan bisa sukses di tahap awal. Poin positifnya dengan menjadi bagian Rottrevore Records, ini akan menjadi achievement yang sangat baik buat kami.

MM: Sepanjang 2015, album apa yang menjadi favorit Viscral? Di luar Metal juga tidak apa-apa.

Viscral: Semua rilisan album di Indonesia sepanjang 2015 khususnya di ranah Metal adalah favorit kami, karena mereka memang yang terbaik, produktif, dan sick!

MM: Apa pendapat Viscral dengan lima album di bawah ini?
1. Bloody Gore - Stench of Your Perversions (2001)

Peninggalan Alm. Rio sebelum album Blood Driven Vehemence.

2. Bleeding Corpse - Condemned to Suffer (2014)

Bleeding Corpse selalu punya formula yang merusak!

3. Suffocation - Pinnacle of Bedlam (2013)

Suffo tidak pernah mengecewakan!

4. Devourment - Conceived in Sewage (2013)

Conceived in Sewage album yang lebih Death Metal sejak detik pertama.

5. Turbidity - Vomiting the Rotten Maggot (2012)

Slam never die!

MM: Terima kasih atas waktunya mau di-interview oleh Metal March. Sukses untuk Viscral dan "Egocentric Underneath of Horror". Ada pesan-pesan yang mau disampaikan untuk Death Metaller Indonesia?

Viscral: Good attitude for everyone, great loyalty with responsibility, and let's make music without bullshit.

Viscral



Comments