Omnivorous Cerita Banyak Soal "Age of Maelstorm"

Denny Yurio, Addo Priawan
METAL MARCH - 25 Mei 2015 akan selalu dikenang oleh Omnivorous, karena tanggal tersebut adalah dirilisnya "Age of Maelstorm", sebuah EP (Extended Play) yang dilepas via Brutal Mind. Sempat bongkar pasang formasi kemudian menyisakan Denny Yurio (gitar) dan Addo Priawan (drum), a self-proclaimed Brutal Groove Machine asal Ciledug, Tangerang, ini memiliki skuad yang lebih solid dengan masuknya Januaryo Hardy (Perverted Dexterity/Cadavoracity) sebagai vokalis, serta gitaris baru yakni Dhika (Devour the Damned), meskipun mereka juga tengah mencari seorang pembetot bass. Tak perlu lagi panjang lebar, berikut interview Metal March dengan Addo soal "Age of Maelstorm".



MM: Sebelumnya, kami ingin mengucapkan selamat kepada Omnivorous yang baru melepas EP berjudul "Age of Maelstorm" pada 25 Mei 2015. Sebagai pembuka, apa kabar Omnivorous? Bisa digambarkan bagaimana rasanya mengeluarkan karya fisik?

Omnivorous: Terima kasih ucapannya \m/. Alhamdulillah kabarnya sangat baik. Rasanya mengeluarkan karya fisik tentunya sangat senang dan bangga. Apa yang selama ini kita kerjakan dan kita buat sudah ada hasilnya. Intinya, semoga maksimal, deh, di kuping para Metalhead \m/.

MM: Tolong diceritakan biografi singkat Omnivorous? Seperti kapan berdiri, personel, mengusung genre apa, dan seterusnya.

Omnivorous: Omnivorous beraliran Brutal Death Metal dan berdiri di 2009. Omnivorous sudah cukup banyak bongkar pasang personel. Terakhir posisi Omnivorous ada Denny di gitar dan Addo di drum.
Januaryo Hardy (tengah)
MM: Langsung menuju tujuan dari wawancara ini yakni membicarakan album terbaru. Kami ingin tahu apa sih sebenarnya maksud dari penggunaan titel "Age of Maelstorm"? Melalui album ini, apa yang ingin disampaikan kepada Death Metallers?

Omnivorous: "Age of Maelstorm" itu adalah suatu setting planet atau galaksi di zaman Millenium ke-47. Ada banyak pesan moral, kritik, kehancuran di dalam liriknya. Lebih jelasnya ada kok di prolog albumnya, hehe. Pesannya untuk semua Metalhead harus dan terus sayangi bumi kalian, ya.

MM: Jujur, setelah melihat Omnivorous mengangkat tema yang tak biasa dari band-band BDM lainnya, kami langsung tertarik. Sebenarnya, dalam penulisan lirik "Age of Maelstorm", Omnivorous mendapat ilham (baca: terinspirasi) dari apa/siapa?

Omnivorous: Kita terinpirasi dari film-film fantasi dan band-band Brutal seperti Suffocation, Deeds of Flesh, Inveracity, Disavowed, dll.

MM: Apa tema ini akan dilanjutkan ke karya-karya Omnivorous yang berikutnya, atau berhenti hanya sampai "Age of Maelstorm"? Sejauh ini, apa tanggapan Death Metallers mengenai tema yang terbilang unik ini?

Omnivorous: Kita tidak berhenti di "Age of Maelstorm", next kita juga lagi mempersiapkan full-length album yaitu lanjutan dari "Age of Maelstorm" dengan materi yang sedikit berbeda di album sebelumnya. New line up dari kami nanti di vokal ada Ryo (Perverted Dexterity/Cadavoracity), gitar oleh Dhika (Devour the Damned) dan seorang bassist yang belum ditemukan, hehe.

MM: Selesai bicara lirik, bisa disebutkan band-band mana saja yang menjadi influence Omnivorous dari segi musik?

Omnivorous: Dari musik, kita lebih ke Suffocation, Inveracity, Deeds of Flesh, dan Disavowed.

Artwork "Age of Maelstorm" karya Bvll Xick

MM: Kami juga dibuat kagum dengan packaging "Age of Maelstorm" yang tidak setengah-setengah, terutama artwork. Kami ingin tahu sentuhan magis siapa yang bisa menghasilkan karya seperti itu, dan ada filosofi apa sih di balik artwork megah itu?

Omnivorous: Iya, masalah art kita diambil dari prolog ada di cover album, dan dibuat oleh Bvll Art secara landscape.

MM: BDM di Indonesia tumbuh subur dalam beberapa tahun terakhir dan banyak band-band baru yang mulai diperhitungkan. Dari segi musik/lirik, apa yang membuat Omnivorous berbeda dari band-band lain?

Omnivorous: Secara musik sama dengan yang lain tetap di Death Metal. Mungkin bedanya di penulisan lirik, sound, dan nuansa groove-nya.

MM: Soal label yang merilis "Age of Maelstorm" yakni Brutal Mind, bisa diceritakan awal pertemuan dengan label milik Deni Lisain itu?

Omnivorous: Awal pertemuan dengan Brutal Mind/Deni sekitar setahun yang lalu di sebuah gig daerah Ciledug, Tangerang. Hmm bisa dibilang Deni cukup sabar ya menunggu mcd ini sampai akhirnya kelar walaupun banyak hambatannya, hehe.

MM: Tak bisa dipungkiri, perkembangan Brutal Mind juga terbilang pesat karena menjadi salah satu label yang rajin merilis album hampir di tiap bulannya. Apa yang Omnivorous suka dari Brutal Mind? Apa saja sih hal-hal positif "Age of Maelstorm" dirilis Brutal Mind?

Omnivorous: Yang di suka dari Brutal Mind adalah on time-nya, enggak ribet juga dan bisa diperhitungkan lah kalo sudah dipegang Brutal Mind hehe. Hal positifnya, di Brutal Mind kita bisa punya banyak teman.

MM: Selain fokus menyebarluaskan "Age of Maelstorm", bisa dibocorkan sedang ada isu apa sih di basecamp Omnivorous?

Omnivorous: Ada rencanya membuat launching mcd untuk "Age of Maelstorm". Tunggu tanggal mainnya, ya. :)

MM: Setelah "Age of Maelstorm", apa rencana Omnivorous ke depannya? Apakah akan menggelar tur promo atau bahkan langsung fokus menggarap full-length? Atau mungkin ada hal lain.

Omnivorous: Pastinya kita akan segera menggarap untuk next full-length album dan tur untuk "Age of Maelstorm".

MM: Thanks atas waktunya sudah mau di-interview oleh Metal March, dan sukses untuk Omnivorous serta "Age of Maelstorm". Jika ada pesan-pesan yang ingin disampaikan, waktu dan tempat kami persilahkan.

Omnivorous: Iya, sama-sama terima kasih Metal March sukses terus untuk ke depannya. \m/

Omnivorous
Facebook

Brutal Mind


Comments